Cara Penyimpanan Asi Agar Tidak Basi Dan Tahan Lama

Cara Penyimpanan Asi Agar Tidak Basi – asi merupakan asupan makanan yang penting bagi bayi. Bagi ibu yang bekerja menyimpan asi menjadi pilihan yang terbaik. Cara menyimpan asi juga perlu diperhatikan agar tidak mengurangi kualitas asi dan kuantitas asi juga berpengaruh. Menyimpan asi bisa dilakukan dengan menyimpan di kulkas dan dengan menggunakan alat-alat yang sudah bersih dan steril. Kandungan asi juga harus di perhatikan dengan menyimpan asi karena menyimpan asi tidak boleh lebih dari waktu yang ditentukan.

Cara penyimpanan asi agar tidak basi menjadi perbincangan bagi ibu rumah tangga yang bekerja. Seperti yang telah dijelaskan diatas, bahwa menyimpan asi juga harus sesuai dan dengan cara yang benar. Sebab apabila bila cara menyimpannya sembarangan akan mengurangi kualitas asi. Nah, untuk mengetahui lebih lanjut bagaimana cara penyimpanan asi agar tidak basi. Simak ulasan berikut ini!

Cara Penyimpanan Asi Agar Tidak Basi dan tahan lama

Cara Penyimpanan Asi Agar Tidak Basi

Di bawah ini ada beberapa cara penyimpanan asi agar tidak basi yang wajib Anda ketahui, sehingga Anda bisa menyimpan asi dengan cara yang benar dan tidak basi. Adapun caranya diantaranya:

Jangan mencampurkan asi baru dengan asi yang lama

Cara penyimpanan asi agar tidak basi yang pertama yaitu jangan mencampurkan asi baru dengan asi yang lama. Menyimpan asi yang biasanya disimpan di kulkas, mengakibatkan  asi menjadi beku dan dingin. Dengan cara yang demikian, biasanya ibu sering mencampurkan asi yang lama yang telah di panaskan dengan yang baru. Hal inilah yang akan menyebabkan asi menjadi cepat basi dan mempunyai rasa yang tidak enak. Sehingga dapat juga memperngaruhi kuaitas asi.

Menyimpan botol asi di botol yang higienis

Salah satu cara yang bisa digunakan yaitu dengan menyimpan asi pada botol yang higienis. Usahakan menggunakan botol yang berbahan plastik, sebab tidak gampang pecah, dan sangat rapat. Dengan tutup yang sangat rapat tentu membantu menjaga kandungan asi di dalamnya. Serta sebelum menyimpan asi biasakan untuk membersihkan dan mensterilkan botol dengan air hangat Kemudian keringkan dengan membiarkannya.

Menyimpan asi  pada suhu kurang dari 20 derjat

Menyimpan asi dikulkas bagian frezzer memang bisa mempertahankan asi hingag beberapa bulan. Namun biasanya bila asi di simpan terlalu lama. Tentunya akan membuat kandungan asi menjadi rusak dan terkontaminasi dengan bakteri. Untuk itu, usahakan menyimpan asi dengan suhu kurang dari 20 derajat sebab akan menjaga kandungan asi seperti vitamin A, E, B, serta protein.

Menjaga kebersihan semua benda yang bersentuhan dengan asi

Cara penyimpanan asi agar tidak basi yang terakhir yaitu menjaga kebersihan semua benda yang bersentuhan dengan asi. Semua benda yang bersentuhan dengan asi misalnya seperti botol penyimpan asi, alat pompa asi, membersihkan tangan ketika akan melakukan pompa asi. Dengan demikian asi tidak dapat tercampur dengan bakteri.

Nah, itulah beberapa cara penyimpanan asi agar tidak basi yang wajib Anda ketahui, sehingga Anda harus selalu berhati-hati saat ingin menyimpan asi.

Bagi Anda yang saat ini mengalami masalah dalam keluarnya asi, baik asi keluar sedikit atau pun tidak lancar, ada baiknya bagi Anda untuk mencoba mengkonsumsi ramuan herbal yang bisa memperbanyak air asi yakni teh pelancar asi Mama ASIX.

Mama Asix adalah teh pelancar asi dalam bentuk tea bag, yang bisa membantu para ibu menyusui untuk melancarkan memperbanyak dan meningkatkan produksi ASI sehingga bisa keluar lebih lancar & banyak Mama ASIX mengandung Herbal Pilihan diantaranya Kandungan: Fenugreek, Adas, Bunga Lawang, Habbatussauda, Temulawak, Kayu Manis

Manfaat:

  • Membantu memperlancar keluarnya ASI
  • Meningkatkan kuantitas ASI

Kelebihan:

  • Lebih aman, 100% bahan herbal
  • Lebih praktis, dalam bentuk teh kantong
  • Lebih hemat, bisa untuk konsumsi 1 bulan (30 hari)

Untuk informasi pemesanan dan lain-lain, silahkan klik disini https://solusiasi.com/

 

This entry was posted in Tips ASI and tagged , , , . Bookmark the permalink.