Apakah Memompa Asi Merusak Payudara

Apakah Memompa Asi Merusak Payudara?

Apakah Memompa Asi Merusak Payudara Hal ini sempat menjadi hal terpenting yang dipikirkan oleh ibu pekerja yang terpaksa melakukan pompa asi karena tanggung jawab kepada pekerjaan yang tidak dapat ditinggal. Banyaknya pikiran negative yang mempengaruhi ibu-ibu dalam menjaga payudara dan kulitnya sebelum melakukan pompa asi.

Nah, menurut Anda apakah memompa asi merusak payudara? Sebetulnya hal ini tidak akan terjadi dan tidak akan merusak kulit payudara Anda jika Anda mengerti akan teknik yang dapat Anda lakukan sebelum melakukan pompaan asi.

Apakah Memompa Asi Merusak Payudara

Apakah Memompa Asi Merusak Payudara

Terdapat beberapa hal yang akan Anda ketahui mengenai pertanyaan apakah memompa asi merusak payudara yang akan Anda simak ulasannya di bawah ini!

Dalam Memompa Usahakan Selalu Tenang

Para ibu muda yang baru melahirkan pastinya akan mengalami kegagalan kontrol emosi yang tinggi pada saat melakukan pompa asi, jika emosi ini tidak dapat diredakan atau dinetralisir maka yang terjadi bukan hanya tubuh si ibu yang berbahaya, namun juga air asi yang tidak keluar dan tentunya akan menyakiti area payudara Anda sendiri. Untuk itu usahakan ibu yang sedang menyusui harus lebih bisa mengontrol emosinya. Emosi pada ibu menyusui sangat berpengaruh pada asi yang dihasilkan. Supaya air susu yang dikeluarkan lancar, sebaiknya ibu selalu menjaga pikiran agar tetap tenang. Hal tersebut juga berdampak merusak kulit payudara Anda karena saat Anda emosi saat memompa, otomatis kulit payudara Anda paksa dan menimbulkan lecet.

Sebelum Melakukan Pompa, Rangsang Puting Terlebih Dahulu

Dengan memberikan rangsangan pada puting terlebih dahulu sebelum memompa merupakan cara agar mempermudah Anda dalam memompa. Hal selanjutnya, puting susu merupakan bagian yang paling sensitif. Untuk itu sebaiknya lakukan pemijatan secara perlahan dengan pijatan lembut pada puting susu juga dapat membantu dalam merangsang oksitosin yang mampu menghasilkan asi lebih banyak lagi. Hal tersebut juga akan merilekskan payudara sebelum dipompa dan menghindari yang namanya kulit lecet akibat pompaan.

Baca Juga :   Cara Penyimpanan Asi Agar Tidak Basi Dan Tahan Lama

Harus Mengetahui Teknik Memompa Yang benar

Apakah memompa asi merusak payudara? Tentu hal tersebut akan merusak payudara jika Anda tidak mengetahui teknik yang Anda lakukan saat memompa. Dengan adanya beberapa teknik yang benar dalam memompa asi, maka tidak akan merusak payudara Anda. Nah, ada baiknya Anda melakukan relaksasi terlebih dahulu sebelum melakukan pompaan.

Cuci Tangan Anda Terlebih Dahulu

Dengan tangan yang bersih dan steril tentunya memompa akan nyaman dan aman karena jika Anda tidak mencuci tangan terlebih dahulu maka hal yang terjadi yaitu Anda akan mudah terkena infeksi dan parahnya payudara akan mengalami gatal-gatal yang akan meninggalkan bekas luka garukan pada kulit payudara Anda. Untuk itu lebih baik Anda membersihkan terlebih dahulu tangan Anda.

Sejatinya, memompa asi ketika kondisi asi sudah sedikit atau mampat jelas akan mengakibatkan rusaknya payudara. Terlebih ketika Anda belum mengetahui tentang cara yang benar.

Nah jika Anda saat ini sedang mengalami masalah dalam hal menyusui, ada baiknya bagi Anda untuk mencoba mengkonsumsi ramuan herbal yang bisa memperbanyak air asi yakni teh pelancar asi Mama ASIX.

Mama Asix adalah teh pelancar asi dalam bentuk tea bag, yang bisa membantu para ibu menyusui untuk melancarkan memperbanyak dan meningkatkan produksi ASI sehingga bisa keluar lebih lancar & banyak Mama ASIX mengandung Herbal Pilihan diantaranya Kandungan: Fenugreek, Adas, Bunga Lawang, Habbatussauda, Temulawak, Kayu Manis

Manfaat:

  • Membantu memperlancar keluarnya ASI
  • Meningkatkan kuantitas ASI

Kelebihan:

  • Lebih aman, 100% bahan herbal
  • Lebih praktis, dalam bentuk teh kantong
  • Lebih hemat, bisa untuk konsumsi 1 bulan (30 hari)

Untuk informasi pemesanan dan lain-lain, silahkan klik disini https://solusiasi.com/

 

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *